Pekerja Sosial Rusia Siksa Anak Asuh Demi Tunjangan Kesehatan Palsu

KanalSHMH – Seorang pekerja sosial di Rusia diduga memanfaatkan anak asuhnya untuk mengeruk keuntungan dari donasi dan tunjangan kesehatan negara. Dia bahkan dilaporkan tega menyiksa sang anak, demi memuluskan pengajuan klaim tunjangan kesehatan anak.

Perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Lyubov Korotkova, diduga tega membiarkan sang anak kelaparan. Dia juga dituduh tega membius anak yatim itu, demi mengajukan klaim manfaat asuransi kesehatan yang kemudian dihabiskan untuk berfoya-foya.

“Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara pada Lyubov Korotkova, dan memerintahkan ibu asuh untuk membayar denda 65.000 dolar AS dalam bentuk tunjangan kesehatan anak-anak dan tunjangan cacat. Dia juga diperintahkan untuk membayar kompensasi kepada korban sebesar 10.500 dolar AS, atas kerusakan moral sang anak,” demikian tertulis dalam putusan pengadilan Rusia, seperti dikutip dari The Daily Mail, Senin (18/3/2019).

Para jaksa berpendapat bahwa perempuan pekerja sosial itu membiarkan sang anak kelaparan dan membiusnya, ketika berada dalam pengasuhannya selama delapan tahun. Perbuatan itu dilakukan sambil mengumpulkan puluhan ribu dolar tunjangan kesehatan dari negara.

Namun, Korotkova tidak mengakui perbuatannya. Dia membantah semua dahwaan jaksa dan putusan pengadilan.

Lyubov Korotkova, seorang ibu asuh di Rusia dihukum penjara enam tahun karena membiarkan anak asuhnya kelaparan dan membiusnya, untuk mengklaim tunjangan kesehatan. (Foto : Komite Investigasi Rusia/Via The Epoch Times)

Dugaan penindasan oleh Korotkova, berdasarkan laporan Jaksa, dimulai ketika anak itu berusia 3 tahun. Kekerasan berlanjut sampai anak itu berusia 11 tahun.

“Anak itu mengalami kekurangan gizi. Bahkan anak 11 tahun itu memiliki berat badan selayaknya anak empat tahun. Terdakwa membuat anak asuhnya kelaparan dan memanfaatkannya untuk mengambil manfaat medis, guna membangun manifestasi klinis penyakit perut,” ujar Svetlana Petrenko, dari Komite Investigasi Federal Rusia, seperti dikutip oleh The Sun dan The Metro.

Detektif menuduhnya dengan sengaja membuat rencana untuk menipu dokter. Sehingga para dokter mengira bocah itu menderita penyakit serius.

“Selama bertahun-tahun, wanita itu menemui banyak dokter yang berbeda bersama anaknya. Dia meminta dokter memeriksanya, untuk beberapa penyakit serius, termasuk kanker. Akibatnya, para dokter, yang berhasil tertipu, tidak mengeluarkan diagnosis yang tepat,” sambung Svetlana Petrenko.

The Mail melaporkan bahwa Korotkova menghabiskan uang tunjangan kesehatan dari negara untuk kehidupan pribadi yang mewah.

Seorang dokter senior kemudian mengungkap bahwa sang Anak Asuh memiliki tubuh yang sehat. Kelainan tubuh anak itu, menurut sang dokter ditimbulkan karena perbuatan yang disengaja dan diduga dilakukan oleh ibu asuhnya.

Pengadilan kemudian membuat kesimpulan bahwa bahwa Korotkova bersalah menganiaya anak asuhnya itu. Perbuatan kejamnya disamakan dengan penyiksaan.

Sang Anak Asuh kemudian diambil-alih oleh otoritas kesejahteraan anak Rusia. Dia dibawa ke Moskow untuk mendapat perawatan khusus. (SHMH/waa)

Kunjungi Kanal Yotube Kami,
Jangan lupa Subscribe ya.