Pengakuan Terhadap Hukum Adat di Indonesia

KanalSHMH – Hukum Adat sesungguhnya tidak pernah mati di Indonesia. Hukum Adat selalu ada sejak pertamakali masyarakat muncul. Kemudian, bahkan ketika Indonesia dijajah oleh bangsa asing, Hukum Adat tetap eksis di Indonesia. Misalnya ketika Indonesia dijajah oleh Belanda, Hukum Adat tetap diakui keberlakuannya bagi masyarakat pribumi, selama tidak bertentangan dengan hukum kolonial Belanda yang diberlakukan sebagai norma umum dari hukum tertulis.

Setelah Indonesia merdeka, hukum adat juga masih diakui keberadaannya. Dalam UUD 1945 versi asli, pada aturan peralihan UUD 1945, Pasal I tertulis bahwa, “Segala peraturan perundang-undangan yang ada masih tetap berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”.

Peradilan Semu Mahasiswa Hukum UT Jakarta

Kemudian, dalam UUD versi amandemen, Pasal 28 I ayat (3) berbunyi, “Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati sepanjang selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.”

Ada pula Pasal 32 ayat (1) dan (2), yang berbunyi;
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Kemudian, dalam teori Sociological Jurisprudence versi Roscoe Pound, mengkaji hukum tidak hanya sebatas pada studi tentang peraturan. Hukum juga harus melihat efek dan bekerjanya hukum atau melihat hukum sebagai sosial enginering atau alat rekayasa sosial. Studi hukum tidak hanya melihat hukum sebagai aturan tertulis. Keduanya juga melihat bekerjanya hukum dan akibat dari penegakan hukum.

Peradilan Semu Perdata Mahasiswa Hukum UT Jakarta